Sunday, April 7, 2013

Corporate Event Management (4)


PROJECT MANAGEMENT FOR CORPORATE EVENT

Konsep tentang perencanaan dasar dan siklus hidup sebuah event project merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh para praktisi event management, khususnya corporate events.

Tidak seperti manajemen administratif, maka project management diharapkan menguasai aspek-aspek perencanaan, penganggaran, program dan proses pengembangannya. Sama seperti sebuah project, maka sebuah corporate event juga harus menjalani siklus yang sama. Contohnya, sejumlah event sangat terkait dengan anggarannya. Pada umumnya para penyelenggara harus jeli dan taktis dalam mengatur siasat agar anggaran (dan ketersediaannya) tidak banyak mempengaruhi tujuan penyelenggaraan sebuah corporate event dan tujuan perusahaan menyelenggarakannya. Proses pengembangan harus dihadapi dengan strategi yang tepat. Perubahan (selama bukan perubahan pada tujuan penyelenggaraan dan melanggar budaya perusahaan) bisa diterima (ditolerir), agar tujuan tetap terjaga. Seringkali ada perubahan yang harus diterima kenyataannya, mempertimbangkan aspek-aspek yang muncul.

Beragam ide yang muncul di awal perencanaan perlu diakomodir dengan kedewasaan dalam penerimaan yang tulus terhadap ide tersebut. Tidak perlu disela dengan tanggapan2 yang memojokkan terlebih dahulu. Di Basic Event Management bagian ini adalah bagian awal sebuah proses terjadinya sebuah event.

Tentunya tidak salah apabila kemudian ada pertanyaan: “Apakah ide ini mungkin untuk dilaksanakan?” Jawabannya dikembalikan kepada konsep itu, dan yang mungkin masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Jika konsep sudah dianggap layak untuk dilaksanakan, maka kegiatan perencanaan dapat segera dimulai. Ini bukanlah sebuah model linear dan mekanis. Selama proses perencanaan, mungkin akan muncul sejumlah peluang atau resiko sehingga konsep awal corporate event tsb perlu dimodifikasi. Dan harus pula difahami, bahwa sebuah resiko akan selalu (tetap) ada dari setiap langkah yang diambil. Ini berarti bahwa rencana/konsep sebuah corporate event adalah sebuah dokumen yang tidak statis. Sebagaimana diketahui dan dijelaskan di Basic Event Management, setelah Term-of-Reference selesai, maka akan ada proses penyempurnaan / perbaikan / perubahan sebelum menjadi sebuah Preliminary Proposal. Dan begitu pula selanjutnya ketika akan menuju ke Final Proposal.

Satu hal yang pasti adalah bahwa dalam sebuah rencana corporate event akan selalu ada perubahan. Perubahan apapun yang terjadi, event berlangsung dalam batasan/koridor yang ditetapkan oleh klien – budaya perusahaan, tujuan penyelenggaraan, target audience, dlsb.

Mengapa project management begitu erat hubungannya dengan corporate event management? Coba simak 6 karakteristik berikut ini, lalu hubungkan dengan sebuah corporate event.

·      Proyek berbasis waktu, setiap aspek dari sebuah proyek selalu mempunyai hambatan/tantangan soal waktu;
·      Proyek adalah unik dan mencakup penggunaan sumber daya baru serta mengggunakan sumber daya standar dalam sebuah kombinasi baru;
·      Proyek mempunyai tanggal mulai dan selesai;
·      Proyek mencakup ketidaklaziman yang dapat dipertimbangkan dan kemungkinan resiko yang tak terduga;
·      Tingkat kegiatan proyek selalu berbeda, berdasarkan lamanya proyek berjalan;
·      Proyek merupakan sebuah sistem yang dinamis dan menjadi sasaran perubahan, dengan memanfaatkan sumber2 internal maupun eksternal.

Sudah bisa ditemukan kolom parallel keduanya? Antara sebuah proyek dan sebuah corporate event?

Mari kita lengkapi informasi ini dengan yang berikut:

·      konsep utama dari sebuah basic plan dan life cycle corporate event management adalah pertimbangan yang diperlukan untuk seorang corporate event planner;
·      basic plan creativity memungkinkan corporate event planner untuk mengenali dan mengontrol berbagai perubahan yang terjadi;
·      corporate event plan adalah alat komunikasi dan project database yang menjadi pedoman untuk mengukur perjalanan sebuah event;
·      menanggapi (response) perubahan dan membuat keputusan yang dinamis adalah faktor penentu keberhasilan dalam corporate event management;
·      event management organization mengembangkan apa yang harus dilengkapi dan mendistribusikannya ke unit-unit yang dikelolanya, menugaskan sumber daya yang ada atau yang baru dan menjadwalkan unit kerja secara efisien;
·      accountable & systematic approach sangat dibutuhkan di corporate event management, karena faktor2 ukuran, tingkat kesulitan/kerumitan, keuangan, tanggung jawab, resiko, aturan, budaya dll;
·      project management yang diterapkan pada corporate event management menerapkan pola kerja sebuah teamwork yang solid, cooperative, flexible, accountable, controllable, balance, full of individual skill, professionalism dll;
·      sebuah contact-sheet atau client-request-sheet akan sering membantu seluruh team untuk memahami tujuan corporate event tersebut dan keinginan klien (perusahaan);
·      semakin dekat dengan D-Day (Hari-H), volume, duration dan frequency pekerjaan bisa semakin ditingkatkan, disesuaikan dengan kebutuhan yang mengacu pada jadwal kerja yang sudah disepakati (scope creep action);
·      batasan waktu (deadline) untuk setiap tugas harus diperkirakan dan dipantau terus menerus. Milestone merupakan kelengkapan dari suatu tugas yang penting;
·      tidak ada “superman”, jadi biasakanlah menyusun struktur pembagian kerja yang terurai ke unit-unit kerja yang lebih kecil, sehingga mudah diawasi jalannya dan dipantau langkahnya – tetapi ini bukan berarti bahwa sebuah corporate event organization harus besar dan meluas kemana-mana;
·      manfaatkan seluruh dan segala macam alat bantu, baik yang berbentuk sebagai hardware (peralatan, perlengkapan, grafik, diagram, lembar isian dll.) maupun software (skill, aplikasi, sistem, metode dll.).

Corporate Event Management (3)


Sebaiknya kita pilah terlebih dahulu event apa saja yang akan diselenggarakan setahun mendatang. Biasanya ada event yang hanya terkait pada kepentingan internal. Tetapi ada juga event yang terkait pada eksternal, maupun keduanya sekaligus.

RUPS sebuah perusahaan yang belum go-public tentunya bersifat internal. Sangat berbeda dengan RUPS perusahaan yang sudah go-public (Tbk), maka RUPS tersebut akan melibatkan kepentingan internal dan eksternal sekaligus.
Press Conference dan product launching, keduanya sangat bersifat eksternal.
Tetapi sebuah perayaan corporate anniversary bisa “berwajah dua” – internal (karena evaluative) dan eksternal (karena special).

Event yang menuntut kerja keras, keketatan jadual kerja, personil yang mahir, jaringan dengan pihak ketiga yang luas (pemasok, supplier, vendor dll.), jumlah staf yang tidak kecil, pengalaman yang baik ……… tentunya lebih baik diserahkan dan dipercayakan penyelenggaraannya kepada sebuah EO profesional (asal sesuai dengan spesialisasinya). Tetapi event sederhana seperti employee gathering yang hanya melibatkan 30 karyawan, cukup dikerjakan sendiri saja – kalau tidak punya bagian yang khusus menanganinya, bisa saja dibuat sebuah panitia tidak tetap (ad-hoc) untuk melaksanakannya.

Perusahaan/organisasi sebaiknya sudah merencanakan hal ini di tahun sebelum tahun penyelenggaraannya – sedini mungkin. Karena untuk beberapa jenis event yang rumit, diperlukan waktu yang cukup untuk menyusun persiapannya (pre-event period). Tidak hanya karena kebutuhan terhadap keberadaan pihak terkait, tetapi juga untuk menyusun sebuah rencana kerja yang teliti dan cermat (tidak asal2an). Pemesanan tempat (venue) tidak bisa tiba-tiba. Mengundang seorang MC terkenal tidak bisa sembarang waktu – ybs juga harus memenuhi jadwal kerjanya sendiri. Ini hanya beberapa contoh. Untuk corporate event berskala menengah ke atas, persiapan selama 8-14 bulan sebelumnya dirasakan sudah cukup ideal.

Setiap event mempunyai target audience yang tidak selalu sama. Sebuah press conference yang terencana dengan baik, akan sangat teliti memilih media yang diundang, agar sesuai dengan target audience yang diinginkan (dijadikan sasaran sebagai penerima informasi). Press conference sebuah product launching memerlukan ketelitian yang cermat, supaya product promotion message nya sampai kepada penerima yang tepat.

Target audience (khalayak sasaran) mempengaruhi peran sebuah event dan berdampak pada tujuan event tersebut serta bagaimana elemen budaya perusahaan akan diposisikan dalam event. Bagi EO profesional yang mengerjakan event tersebut, akan sangat berguna apabila mengetahui secara jelas khalayak sasaran yang dijadikan tujuan utama event tersebut. Untuk setiap target audience yang berbeda, diperlukan kreativitas konsep yang tidak sama.

Dengan demikian sebuah konsep event yang sukses di perusahaan A belum tentu sukses di perusahaan B. Keduanya tidak memiliki budaya perusahaan yang sama, belum tentu memiliki target audience yang sama, tidak memiliki sifat2 event yang sama dlsb. untuk itu dibutuhkan kreativitas yang berbeda, meskipun kedua perusahaan tersebut sama-sama memerlukan jenis event yang sama. Contohnya, product launching perfume buatan domestik tidak sama kreativitasnya dengan perfume buatan luar negeri.

Di era 80-90an, keperluan penyelenggaraan corporate event pada umumnya masih didominasi oleh kalangan advertising agencies. Mengapa? Karena mereka sudah faham betul budaya perusahaan klien mereka, melalui kerja sama di bidang promosi dan periklanan. Mereka faham betul semua sifat-sifat, kebijakan, struktur perusahaan, dan itulah yang paling membekali mereka untuk mampu memenuhi harapan perusahaan dalam pelaksanaan sebuah corporate event. Lagipula beberapa corporate event juga memerlukan dukungan promosi dan periklanan, mis. product launching, press conference, corporate anniversaries dll.

Selewat akhir 90an, ketika bisnis EO mulai tumbuh “bagaikan jamur di musim hujan”, maka beberapa EO mulai berani memasuki bisnis penyelenggaraan corporate event. Modal utama mereka waktu itu a.l. jaringan pertemanan yang akrab, biaya pelaksanaan yang lebih murah dan kreativitas yang lebih modern, atraktif dan kadangkala lebih agresif.
Tetapi sebagaimana kelaziman bisnis yang terjadi, maka dari waktu ke waktu kita bisa menyimak EO mana yang terus mampu bertahan (eksis) dan mana yang kemudian hilang tenggelam. Kalau kita ingat beberapa faktor penentu yang mampu membuat sebuah perusahaan EO tetap survive (ingat BASIC EVENT MANAGEMENT), maka EO yang masih eksis saat ini di penyelenggaraan corporate event tidak banyak lagi. Bahkan beberapa advertising agency malah membuat anak perusahaan EO guna bersaing dan mempertahankan eksistensi klien mereka. Atau beberapa perusahaan/organisasi besar malah membuat EO sendiri (atau sebuah bagian yang bekerja sebagaimana layaknya sebuah EO) dengan prioritas kerja untuk keperluan perusahaan/organisasi, dan kadangkala menerima pesanan kerja dari mitra perusahaan.

Persaingan bisnis berjalan terus. Tetapi di balik itu semua, KREATIVITAS dan KOMITMEN tetap harus dipertahankan apabila mau tetap eksis di bisnis ini.

Thursday, March 14, 2013

Corporate Event Management (2)


SIFAT CORPORATE EVENT, AUDIENCE ………

Sebagaimana sudah diketahui, corporate events memang diperuntukkan bagi kepentingan perusahaan/organisasi (dan sejenisnya), sehingga kepentingan perusahaan/organisasi lah yang menjadi kepentingan utama. Budaya perusahaan/organisasi menjadi faktor yang sangat berpengaruh, di samping beberapa faktor lainnya.

Dengan demikian corporate event akhirnya harus menyandang beberapa sifat yang sangat terkait dengan kepentingan tersebut.

·      PREVENTIVE - event yang diselenggarakan untuk keperluan pencegahan; mis. in-house training tentang peningkatan pelayanan bagi customer (in-house training nya bagian event, peningkatan pelayanannya bagian customer relations dan marketing), yang bertujuan untuk mencegah terjadinya complaints
·      CURATIVE - event yang diselenggarakan untuk penanggulangan; mis. press conference terhadap suatu peristiwa/bencana/musibah yang dialami oleh perusahaan
·      EVALUATIVE - event yang diselenggarakan untuk menilai/evaluasi; mis. appreciation reward event bagi karyawan yang berprestasi
·      SPECIAL - event yang diselenggarakan untuk peristiwa-peristiwa khusus; mis. Halal Bihalal, Natal bersama, perayaan corporate anniversary, product launching.

Kadangkala ada corporate event yang menyandang lebih dari 1 sifat. Sebuah corporate anniversary event, apabila melibatkan seluruh karyawan, mengundang mitra dan rekanan, akan menyandang misi dari sifat-sifat “special” (karena acara khusus tahunan), dan “evaluative” (karena sekaligus merupakan visualisasi evaluasi masa kerja tahun terdahulu).


SIAPA saja yang sebenarnya terlibat di dalam perusahaan/organisasi atas terselenggaranya sebuah event?
·      Salah seorang pimpinan puncak (dari Board-of-Directors atau sejenisnya), karena diperlukan kecepatan pengambilan keputusan pada beberapa hal tertentu
·      Apabila di perusahaan/organisasi tersebut ada Public Relations Dept. atau Bagian Humas, maka mereka juga akan terlibat banyak
·      Perusahaaan/organisasi yang tidak memiliki PR/Humas, seringkali menyisipkan pekerjaan ini kepada Corporate Secretary (di perusahaan) atau Sekretariat Jenderal (di organisasi)
·      General Affair (di perusahaan) atau Bagian Umum/Rumah Tangga (di organisasi) sering terlibat karena kebutuhan pemakaian barang2 inventaris, dukungan logistik dll.
·      Di beberapa perusahaan, bagian pemasaran (Marketing Dept) seringkali terlibat untuk kepentingan tertentu (marketing gathering, product launching, dll)
·      Dan terakhir … yang tidak dapat dikesampingkan sama sekali, adalah … bagian keuangan (Finance Dept di perusahaan)!!

Tentunya keterlibatan bagian2 lain akan sangat tergantung pada jenis event yang diselenggarakan. Dan itupun akan sangat tergantung pada beberapa faktor lainnya:
·      Sesering apakah sebuah event diselenggarakan oleh/untuk perusahaan/organisasi tersebut? Kalau sering (di atas 8 kali per tahun), lebih baik serahkan event tertentu kepada penyelenggara yang profesional
·      Besar atau kecilnya skala bisnis perusahaan tersebut, atau skala kegiatan organisasi – semakin besar skalanya, semakin besar pula resiko yang akan dihadapi
·      Luas atau tidaknya jaringan perusahaan atau organisasi tersebut – perusahaan atau organisasi yang memiliki banyak cabang akan semakin pelik dan rumit mekanismenya
·      Apakah perusahaan/organisasi sudah mencadangkan anggaran tetap setiap tahunnya untuk berbagai event tersebut? Kalau sudah, maka diperlukan ketrampilan personil untuk mengelolanya dengan baik.

Dengan demikian, maka perusahaan/organisasi harus menetapkan, diselenggarakan sendiri atau diserahkan kepada penyelenggara profesional? Lalu apa untung ruginya?

MENGERJAKAN SENDIRI mendatangkan keuntungan:
·      Pengendalian dan pengawasan anggaran maupun jadual pekerjaan lebih mudah, karena semuanya melibat personil sendiri;
·      Kreativitas sesuai dengan kebutuhan;
·      Perubahan2 lebih fleksibel, karena bisa diatur melalui mekanisme yang sudah ada di perusahaan/organisasi;
… dan kerugiannya:
·      Pengerahan staf/tenaga kerja terasa membebani seluruh perusahaan/organisasi karena kadangkala melibatkan bagian2 lain;
·      Kadangkala mengganggu tanggung jawab dan pekerjaan rutin para karyawan/staf di dalam kehidupan kerja sehari-hari.

Bagamana kalau dipercayakan saja ke sebuah EO? Keuntungannya, a.l.:
·      Perusahaan tidak perlu mengerahkan staf/tenaga kerja untuk pelaksanaan event, karena EO sudah mengerahkan stafnya sendiri;
·      Perusahaan tidak perlu berurusan dengan para pemasok kebutuhan event, mis. kontraktor, transportasi, dll.
Lalu kerugiannya?
·      Perusahaan harus mengawasi pekerjaan EO, karena EO tidak hanya melayani 1-2 klien;
·      Perusahaan harus membayar biaya pelaksanaan plus professional fee / management fee EO.

MANA YANG TEBAIK? Saya selalu mengatakannya …. TIDAK ADA YANG TERBAIK dari kedua pilihan tersebut di atas. Keduanya sama baiknya dan sama tidak baiknya!


Penting untuk kita sadari bahwa :
·      Tiap perusahaan/organisasi menyelenggarakan berbagai event, sesuai dengan keperluan dan kebutuhannya masing2
·      Tiap perusahaan/organisasi mempunyai keterbatasan (dana, personil, pengetahuan/ketrampilan), kebutuhan (beragam) dan budaya kerja yang berbeda satu dengan yang lain, sehingga pola kerjanya tidak semua sama;
·      Tiap perusahaan/organisasi mempunyai pilihan ... KERJAKAN SENDIRI atau ... MINTA BANTUAN EO ..., pilihan ini juga tergantung kesiapan personil, kesiapan anggaran, dan kesiapan-kesiapan lainnya.

Kalau akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan jasa EO, maka:
Event manakah yang bisa diserahkan kepada EO? Apakah weekly meeting saja harus dikerjakan oleh EO? EO berspesifikasi apa yang tepat? Adakah EO yang spesialisasi corporate event? Kapan mulai melibatkan EO sebaiknya? Termasuk konsep dan perencanaan kerjanya?

Wednesday, March 13, 2013

Corporate Event Management (1)


CORPORATE EVENT MANAGEMENT adalah pengetahuan/ketrampilan (skill) tentang manajemen (pengelolaan) penyelenggaraan acara-acara (events) keperluan korporat/perusahaan (corporate), termasuk organisasi, institusi, lembaga dan sejenisnya.

Di International Dictionary of Event Management yang diterbitkan oleh John Wiley & Sons Inc., corporate event didefinisikan sebagai “suatu acara (event) yang disponsori/diprakarsai oleh perusahaan untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran tertentu, seperti menyenangkan pelanggan, memperkenalkan, dan mempromosikan produk atau jasa baru, memberikan insentif atau pelatihan untuk karyawan, serta kegiatan perusahaan lainnya.”

Masih banyak EO (event organizer) yang menganggap bahwa corporate event itu mudah dikerjakannya; sama seperti events lainnya, hanya saja non-commercial. Padahal ada banyak aspek dan faktor yang seringkali terlewatkan oleh para EO, dan bahkan tidak mereka sadari dan kuasai dengan baik.

Corporate Events seringkali diremehkan para penyelenggaranya dan dianggap mudah pelaksanaannya. Padahal ada tanggung jawab yang sangat beresiko di sana ... yakni citra (image) perusahaan/organisasi yang menjadi host/owner acara tersebut. Penyelenggara bertanggung jawab menjaga citra tersebut tanpa terkecuali. Siapapun yang menjadi penyelenggara acara tersebut !

Di samping itu masih ada aspek-aspek budaya perusahaan (corporate culture), nilai bersama kelompok (community collective values), budaya kerja personil perusahaan (working culture), jejaring perusahaan di dalam industri (corporate & business network), dan aspek yang sangat perlu memperoleh perhatian … apa saja program korporat yang diperlukan (corporate program).

Budaya perusahaan mempengaruhi cara orang berfikir dan proses kerja mereka sehari-hari, maupun cara mereka berhubungan dengan orang lain. Memperkuat budaya perusahaan yang sudah ada atau menciptakan yang baru membutuhkan dedikasi dari senior management, didukung dengan top-down approach pada semua aspek kehidupan perusahaan. Corporate event digunakan untuk mengkomunikasikan dan memperkuat falsafah tersebut melalui berbagai kegiatan/acara seperti pelatihan (in-house training), penghargaan bagi karyawan (appreciation reward), maupun anniversaries.

Tidak semua perusahaan setuju dengan falsafah “work hard, play hard”. Karena budaya perusahaan melibatkan nilai-nilai, lingkungan, ritual, jaringan dan kepribadian. Karena corporate event yang baik akan memperkuat dan melegitimasi budaya perusahaan yang ada, dan sebaliknya keberhasilan corporate event tergantung pada kendala dan peluang yang ada di dalam budaya perusahaan.

EO atau penyelenggara wajib merancang sebuah corporate event yang dapat memenuhi dan mencakup semua tujuan kepentingan klien (perusahaan/organisasi/lembaga/institusi) dan sesuai/sejalan dengan budaya korporat tersebut. Tolong diingat bahwa perusahaan memanfaatkan event tersebut sebagai sarana mengkomunikasikan pesan perusahaan. Dan ketika “pesan” tersebut sampai dengan tepat ke semua karyawan (dan keluarga mereka) maupun mitra bisnis perusahaan, maka tanpa disadari event tersebut telah memperluas employee’s pride, ambitious, ego dan bahkan productivity motivation mereka.

Peran dan lingkup corporate event sangat bervariasi, mulai dari single-event sampai multi-event di bawah satu tema yang memayunginya. Untuk dapat mengevaluasi keberhasilan sebuah corporate event, harus ada pernyataan tujuan yang terukur. Tujuan tersebut harus dievaluasi terus menerus pada setiap tahapan perencanaan event (pre-event period/event planning period) untuk memastikan apakah tujuan awalnya tetap tidak bergeser.

Corporate programme biasanya:
·      Dibuat berdasarkan berbagai kebutuhan internal & eksternal perusahaan/organisasi
·      Event adalah salah satu jenis Corporate Promotion & Public Relations Programme (below-the-line / direct approach)
·      Event diusulkan berdasarkan temuan2 perusahaan/organisasi melalui SWOT Analysis yang memerlukan program below-the-line, atau perpaduan program non-event dengan event
·      Disusun tahunan untuk kebutuhan penyusunan anggaran perusahaan dll.

Sunday, February 17, 2013

to my lovely Mom ...

HAPPY BIRTHDAY Mom...
(Lodyana 17-Feb-1922 ~ 3-Dec-1992)
always missed you .........

One Year ...

Almost one year ... next Friday!
Wow ... 360 days ago I posted the note about pak Ferry who passed away.
This morning (03:50) I feel to open this blog again and start to write something else again.
I started with the other blog for photography few minutes ago.
Well anyway, I don't know what to write at the moment.
Probably tomorrow, I plan to start again writing, first about Corporate Event Management (in Indonesian language).
That's it for now.

Wednesday, February 22, 2012

#OBITUARI - Ferry Titaley


unfortunately this midnite I opened one Twitter and shocked - @pancasarungu Turut berduka buat kel bsr Titan convex bro RT @mohd_athar Telah dipanggil Tuhan YME Fernando H. Titaley, Senin Pagi jam 03.10 di RS Medistra. Misa akan di adakan di rumah duka Jl.Pajajaran 66, Mediterania 1, Sentul City pada hari ini selasa, 21/2 pukul 10 s/d jam 11. Jenazah berangkat jam 11 ke krematorium Oasis Tangerang. Jam 13 mulai acara kremasi - ... pak Ferry??? we've been together at Rantai Expo Int'l for some years (IIOGE 1999 and IITELMIT 2000). He's still young enough. May God give Ferry the best place next to Him.

Sunday, January 1, 2012

WELCOME 2012 ...

Farewell 2011 - thank you God for giving me me the opportunity to fill 2011 with valuable experiences.
Welcome 2012 - may my forthcoming days filled with sincerity, forbearance, perseverance, strength of faith, good health, and peacefulness.

Thursday, November 24, 2011

SEPI .........

.... entah ada apa, tapi tengah malam ini perasaan sepi sangat mencekam hati. Kalau dibilang kangen Ira, tidak terlalu juga. Tetapi yang pasti, tengah malam ini, perasaan sangat 'kosong'. Jadi mudah sentimentil dan trenyuh.
Ya Allah kuatkan hambaMu ini. Bekalilah hambaMu ini dengan kesabaran, ketabahan, keteguhan, ketekunan dan kekuatan lahir batin. Bimbing aku agar mampu memahami setiap ketetapan yang Engkau berikan dalam hidupku ini, ajari aku mengenal hikmah setiap kejadian dan peristiwa. Biarlah aku menempuh sisa usia ini dengan ketawakalan padaMu. Dan tuntun aku menempuh hari-hari mendatang penuh cahayaMu sampai detik terakhir ketika tanganMu menyentuh ujung jariku untuk menarikku ke haribaanMu. Bimbing aku Ya Allah .........

Monday, November 7, 2011

#OBITUARI - Toto Ariyanto ...

... Sunday morning around 4, my cellular vibrated. a 'shocky' SMS came in from Pras - a colleague - informing that Toto Ariyanto (founder of InterStudi) passed away at 1AM. Unfortunately this Sunday is also Idul Adha - the day we contemplate about immolation. I met Toto early last year at Bulungan. It was after his rest at the hospital for some weeks.
This is another lost for me. May Allah give him the best, and a strong patience to his wife, kids and grand children. 
FAREWELL Toto ...