Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan,
serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-MU, Wahai
tempat berlindung bagi orang-onang yang berharap.
Wednesday, August 18, 2010
Tuesday, August 17, 2010
Doa Ramadhan (7)
Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasa, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari
kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-MU secara
berkesinambungan, dengan Taufiq-MU, Wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat.
kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-MU secara
berkesinambungan, dengan Taufiq-MU, Wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat.
Monday, August 16, 2010
Doa Ramadhan (6)
Yaa Allah! Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-MU, dan janganlah
Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat
menyebabkan kemurkaan-MU, dengan anugerah dan bantuan-MU, Wahai puncak keinginan orangorang
yang berkeinginan!
Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat
menyebabkan kemurkaan-MU, dengan anugerah dan bantuan-MU, Wahai puncak keinginan orangorang
yang berkeinginan!
Sunday, August 15, 2010
Doa Ramadhan (5)
Yaa Allah! Jadikanlah aku di antara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-MU yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'-MU yang dekat di sisi-MU, dengan kelembutan-MU, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.
Saturday, August 14, 2010
Doa Ramadhan (4)
Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku
manisnya berdzikir mengingat-MU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU,
dengan kemuliaan-MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat
Yang Maha Melihat.
manisnya berdzikir mengingat-MU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU,
dengan kemuliaan-MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat
Yang Maha Melihat.
Doa Ramadhan (3)
Yaa Allah! Berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan, dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan
kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-
MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!
kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-
MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!
Doa Ramadhan (2)
Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridhoan-MU dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta alasan-
MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha
Pengasih dari semua Pengasih!!
MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha
Pengasih dari semua Pengasih!!
Thursday, August 12, 2010
Doa Ramadhan (1)
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah
malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku
dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku ... Wahai Tuhan sekalian alam!! Ampunilah
aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.
malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku
dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku ... Wahai Tuhan sekalian alam!! Ampunilah
aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.
Marhaban Ya Ramadhan
Ramadhan is a very important part of every Muslim’s life. Ramadhan is the month of giving and mercy, and during this month Allah blesses the believers with forgiveness and great reward.
This is a time to stop and contemplate, to look inwards and out, it is a time to set our goals. We should ask ourselves what we want to achieve this month, - something we will carry into our futures...
Verses of Qur'an
2:183
O ye who believe! Fasting is prescribed to you as it was prescribed to those before you, that ye may (learn) self-restraint
2:183
O ye who believe! Fasting is prescribed to you as it was prescribed to those before you, that ye may (learn) self-restraint
2:184 (Fasting) for a fixed number of days; but if any of you is ill, or on a journey, the prescribed number (should be made up) from days later. For those who can do it (with hardship), is a ransom, the feeding of one that is indigent. But he that will give more, of his own free will, it is better for him. And it is better for you that ye fast, if ye only knew.
Sunday, August 8, 2010
62 ... (7 Agustus 2010)
2 bulan tidak menulis apapun di blog kadangkala terasa seperti sebuah kesalahan fatal. Tetapi mengapa kita mesti dihantui oleh sebuah perasaan wajib, kalau itu toh bukan sesuatu yang wajib? Memang ada "petuah" cara menulis di blog, bahkan ada yang bilang kalau kita jarang menulis, maka blog kita tidak akan dikunjungi oleh pembacanya.
Whatever ... saya tidak merasa berkewajiban menulis apabila hati ini memang sedang tidak ingin mengungkapkan apa-apa. Blog ini bagi saya adalah sebuah media untuk berbagi rasa, jadi bukan sebuah profesi apalagi sebuah mata pencaharian.
Di dalam kesendirian saya, terutama selama 7 tahun terakhir ini sebagai single parent, saya menjadikan blog ini seperti sebuah tempat bercurah fikiran, berbagi perasaan, menyimpan ungkapan yang sulit diuraikan dalam bentuk kata-kata lisan dan ... kadang-kadang saya anggap seperti berbincang dengan almarhumah Ira.
Kemarin - 7 Agustus 2010 - saya menambah perbendaharaan koleksi pengalaman hidup saya setahun yang lalu, dan sekaligus memasuki tahun-tahun sisa kehidupan yang masih diperkenankan oleh Allah SWT.
62 tahun ... hampir tak seorangpun mengingatnya.
Ucapan pertama saya terima justeru 5 hari sebelumnya dari seorang sahabat, Ita. Ucapan kedua saya terima Jum'at (6 Agustus 2010) menjelang tengah malam (sesaat sebelum memasuki 7 Agustus 2010 jam 00:00), dari Lya, sahabat lama, pernah sekantor, meskipun jarang berkomunikasi tetapi setiap hari ulang tahun saling mengucapkan selamat.
Sesudah itu ... ? Tidak ada. Sekitar 6 jam sebelum 7 Agustus 2010 berakhir, putera bungsu saya yang berusia 9 tahun baru ingat. 45 menit menjelang tengah malam tadi (sebelum 7 Agustus 2010 berakhir) barulah anak saya tertua, seorang puteri, mengucapkan selamat lewat SMS. Dan beberapa saat sesudah tengah malam, seorang sahabat lain, Nina, mengucapkan hal yang sama.
Kecewakah saya? Tidak! Meskipun anak saya yang kedua tidak mengingatnya sama sekali, atau adik-adik almarhumah isteri saya, atau teman-teman lama saya.
Mengapa saya mesti kecewa? Tidak ada yang perlu dikecewakan.
Justeru dengan hal ini saya makin belajar makna kesendirian, sambil mempersiapkan diri ketika kesendirian tadi akan berlangsung abadi kelak di hadapan Sang Maha Pencipta.
Bagi saya justeru tanggal 7 Agustus semakin mengingatkan saya pada kejadian-kejadian di tanggal yang sama tahun 2003. Ketika isteri saya mengucapkan selamat sambil meminta maaf karena tidak bisa memberikan apapun, hanya tergeletak sakit di tempat tidur kami berdua. Tiga hari sesudah itu, dia meninggalkan saya dan putera bungsu saya untuk selamanya.
Kejadian itu jauh lebih bermakna bagi saya daripada peringatan-peringatan duniawi atau hal-hal lainnya. Sejak tahun 2003 itu, setiap tanggal 7 Agustus, saya diingatkan bahwa 3 hari sesudah itu adalah hari kepergian Ira.
Dan di tahun 2010 ini, tanggal 10 Agustus adalah hari menjelang Bulan Suci Ramadhan ... betapa berartinya itu bagi saya.
Anyway ... entah kapan saya akan menulis lagi. Tetapi biarlah catatan ini tetap turut mengisi lembaran blog saya, dan biarlah suatu hari seseorang - siapapun itu - akan membacanya dan merekamnya sebagai sebuah catatan pendek.
Terima kasih Allah atas perkenanMu saya mencapai 7 Agustus 2010 ini. Terima kasih sudah memberikan saya jalan kehidupan selama ini. Terima kasih sudah mengajarkan berbagai hal baru tentang makna kehidupan dan arti kesendirian selama 7 tahun ini. Terima kasih untuk tetap mendidik saya melalui berbagai peristiwa, ujian, maupun cobaan, sehingga saya semakin dekat kepadaMu, semakin mengenalMu, semakin menekuni kebiasaan bersabar, tabah, ikhlas, tekun, dan tegar - meskipun hari-hari saya selalu diisi dengan berbagai hal yang mampu membuat jantung berdebar dan perasaan ini terguncang kesana sini mencari pegangan yang kokoh di perlindunganMu, ya Allah.
Ampuni segala dosa dan kesalahanku, dan sekali lagi, terima kasih atas perkenanMu, ya Allah SWT.
Whatever ... saya tidak merasa berkewajiban menulis apabila hati ini memang sedang tidak ingin mengungkapkan apa-apa. Blog ini bagi saya adalah sebuah media untuk berbagi rasa, jadi bukan sebuah profesi apalagi sebuah mata pencaharian.
Di dalam kesendirian saya, terutama selama 7 tahun terakhir ini sebagai single parent, saya menjadikan blog ini seperti sebuah tempat bercurah fikiran, berbagi perasaan, menyimpan ungkapan yang sulit diuraikan dalam bentuk kata-kata lisan dan ... kadang-kadang saya anggap seperti berbincang dengan almarhumah Ira.
Kemarin - 7 Agustus 2010 - saya menambah perbendaharaan koleksi pengalaman hidup saya setahun yang lalu, dan sekaligus memasuki tahun-tahun sisa kehidupan yang masih diperkenankan oleh Allah SWT.
62 tahun ... hampir tak seorangpun mengingatnya.
Ucapan pertama saya terima justeru 5 hari sebelumnya dari seorang sahabat, Ita. Ucapan kedua saya terima Jum'at (6 Agustus 2010) menjelang tengah malam (sesaat sebelum memasuki 7 Agustus 2010 jam 00:00), dari Lya, sahabat lama, pernah sekantor, meskipun jarang berkomunikasi tetapi setiap hari ulang tahun saling mengucapkan selamat.
Sesudah itu ... ? Tidak ada. Sekitar 6 jam sebelum 7 Agustus 2010 berakhir, putera bungsu saya yang berusia 9 tahun baru ingat. 45 menit menjelang tengah malam tadi (sebelum 7 Agustus 2010 berakhir) barulah anak saya tertua, seorang puteri, mengucapkan selamat lewat SMS. Dan beberapa saat sesudah tengah malam, seorang sahabat lain, Nina, mengucapkan hal yang sama.
Kecewakah saya? Tidak! Meskipun anak saya yang kedua tidak mengingatnya sama sekali, atau adik-adik almarhumah isteri saya, atau teman-teman lama saya.
Mengapa saya mesti kecewa? Tidak ada yang perlu dikecewakan.
Justeru dengan hal ini saya makin belajar makna kesendirian, sambil mempersiapkan diri ketika kesendirian tadi akan berlangsung abadi kelak di hadapan Sang Maha Pencipta.
Bagi saya justeru tanggal 7 Agustus semakin mengingatkan saya pada kejadian-kejadian di tanggal yang sama tahun 2003. Ketika isteri saya mengucapkan selamat sambil meminta maaf karena tidak bisa memberikan apapun, hanya tergeletak sakit di tempat tidur kami berdua. Tiga hari sesudah itu, dia meninggalkan saya dan putera bungsu saya untuk selamanya.
Kejadian itu jauh lebih bermakna bagi saya daripada peringatan-peringatan duniawi atau hal-hal lainnya. Sejak tahun 2003 itu, setiap tanggal 7 Agustus, saya diingatkan bahwa 3 hari sesudah itu adalah hari kepergian Ira.
Dan di tahun 2010 ini, tanggal 10 Agustus adalah hari menjelang Bulan Suci Ramadhan ... betapa berartinya itu bagi saya.
Anyway ... entah kapan saya akan menulis lagi. Tetapi biarlah catatan ini tetap turut mengisi lembaran blog saya, dan biarlah suatu hari seseorang - siapapun itu - akan membacanya dan merekamnya sebagai sebuah catatan pendek.
Terima kasih Allah atas perkenanMu saya mencapai 7 Agustus 2010 ini. Terima kasih sudah memberikan saya jalan kehidupan selama ini. Terima kasih sudah mengajarkan berbagai hal baru tentang makna kehidupan dan arti kesendirian selama 7 tahun ini. Terima kasih untuk tetap mendidik saya melalui berbagai peristiwa, ujian, maupun cobaan, sehingga saya semakin dekat kepadaMu, semakin mengenalMu, semakin menekuni kebiasaan bersabar, tabah, ikhlas, tekun, dan tegar - meskipun hari-hari saya selalu diisi dengan berbagai hal yang mampu membuat jantung berdebar dan perasaan ini terguncang kesana sini mencari pegangan yang kokoh di perlindunganMu, ya Allah.
Ampuni segala dosa dan kesalahanku, dan sekali lagi, terima kasih atas perkenanMu, ya Allah SWT.
Subscribe to:
Posts (Atom)
